Jeng Sali Blog
Senin, 06 Februari 2012
Jumat, 10 September 2010
Apa Kabar
Hai...
tak terasa setahun lebih tak nengok blog ini. Banyak betul hal-hal penting yang hrus on the top priority ....
well, Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1431 H, Minal Aidin wal Faidin.
Mohon Maaf Lahir dan Batin
tak terasa setahun lebih tak nengok blog ini. Banyak betul hal-hal penting yang hrus on the top priority ....
well, Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1431 H, Minal Aidin wal Faidin.
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Jumat, 31 Juli 2009
My Ade
My Ade ke ITB
Selamat ya anakku ....
pilihanmu adalah tanggungjawabmu
semoga cita-citamu diridhoi
doa mm slalu
Selamat ya anakku ....
pilihanmu adalah tanggungjawabmu
semoga cita-citamu diridhoi
doa mm slalu
Sabtu, 25 Juli 2009
ULTAH
dua lima juli dua ribu sembilan
met ultah sayang
sorry hanya itu yang bisa kukirim
untukmu hari ini ..........
met ultah sayang
sorry hanya itu yang bisa kukirim
untukmu hari ini ..........
Jumat, 10 Juli 2009
ATM
ATM Tertelan
Hari ini seperti biasanya, jika ibu memerlukan uang maka kartu canggih yang bernama atm itu diserahkan padaku. Dengan menyebut jumlah yang diinginkan dan akan diapakan uang itu dengan perincian yang jelas. Itulah sebabnya kami bersaudara tahu no pin rekening ibu karena dimana ibu tinggal diantara kami berenam anak-anaknya maka akan bertugas menggunakan atm sesuai permintaan ibu.
Sepulang kantor aku coba menarik ATM BRI ibu di Mal Ada Majapahit yang dekat dengan rumahku. Maksudnya di Mal Ada tersedia beberapa mesin atm dari berbagai bank, aku bisa sekaligus narik uang untuk keperluanku.
Apa aku ceroboh atau apa, setelah proses memasukkan atm, mengetik pin, lalu terdengar mesin menghitung uang sesudah itu terdengar bunyi benda jatuh di dalam mesin. Proses selesai, tapi uang dan kartu tidak keluar ... apa terjadi salah pencet??
Aku mengingat-ingat apa tadi di luar bertemu seseorang yang menyapaku. Atau seseorang menepuk aku. Syukur alhamdulillah tidak. Kejadian kartu yang tidak keluar sering sekali dalam peberitaan terjadi berakibat tangan usil orang yang berniat mencuri uang kita. Aku bersyukur tidak merasa ada tanda-tanda gendam.
Lalu aku mencoba menghubungi call center dengan nomer yang tertera di box atm. Dari seberang seseorang bernama Andita menyarankan untuk tidak meninggalkan atm dalam waktu 30 menit karena uang dan kartu bisa saja keluar karena koneksi sedang trouble.
Beberapa waktu dalam box menjadi perhatian pengantri diluar. Ada apa bu.... apa atm bisa digunakan? salah satu pengantri kemudian mencoba mengambil uang, katanya jika kartunya bisa masuk berarti kartuku sudah tertelan, tidak apa-apa, malah aman, tinggal lapor untuk dinonaktifkan saja. Yang menherankan sampai lima pengantri melakukan transaksi, mereka semua berhasil dengan baik.
Aku coba lagi menghubungi call center, yang kemudian meminta untuk mengecek ke kantor tempat kartu diterbitkan. Ketika sampai di BRI Pandanaran ternyata kantor sudah tutup karena waktu memang sudah menunjukkan pukul 15.45, tapi oleh pak satpam diijinkan masuk lewat pintu belakang untuk melaporkan ATM yang tertelan.
OOOOOOoooo ternyata para pensiunan sudah tidak bisa menggunakan ATM. Tepatnya semua ATM dari rekening pensiun sudah diblokir tidak bisa digunakan lagi. Maafkan aku ibuuu... Pada kesempatan lain terpaksa ibu harus ke kantor untuk menarik uang.
Hari ini seperti biasanya, jika ibu memerlukan uang maka kartu canggih yang bernama atm itu diserahkan padaku. Dengan menyebut jumlah yang diinginkan dan akan diapakan uang itu dengan perincian yang jelas. Itulah sebabnya kami bersaudara tahu no pin rekening ibu karena dimana ibu tinggal diantara kami berenam anak-anaknya maka akan bertugas menggunakan atm sesuai permintaan ibu.
Sepulang kantor aku coba menarik ATM BRI ibu di Mal Ada Majapahit yang dekat dengan rumahku. Maksudnya di Mal Ada tersedia beberapa mesin atm dari berbagai bank, aku bisa sekaligus narik uang untuk keperluanku.
Apa aku ceroboh atau apa, setelah proses memasukkan atm, mengetik pin, lalu terdengar mesin menghitung uang sesudah itu terdengar bunyi benda jatuh di dalam mesin. Proses selesai, tapi uang dan kartu tidak keluar ... apa terjadi salah pencet??
Aku mengingat-ingat apa tadi di luar bertemu seseorang yang menyapaku. Atau seseorang menepuk aku. Syukur alhamdulillah tidak. Kejadian kartu yang tidak keluar sering sekali dalam peberitaan terjadi berakibat tangan usil orang yang berniat mencuri uang kita. Aku bersyukur tidak merasa ada tanda-tanda gendam.
Lalu aku mencoba menghubungi call center dengan nomer yang tertera di box atm. Dari seberang seseorang bernama Andita menyarankan untuk tidak meninggalkan atm dalam waktu 30 menit karena uang dan kartu bisa saja keluar karena koneksi sedang trouble.
Beberapa waktu dalam box menjadi perhatian pengantri diluar. Ada apa bu.... apa atm bisa digunakan? salah satu pengantri kemudian mencoba mengambil uang, katanya jika kartunya bisa masuk berarti kartuku sudah tertelan, tidak apa-apa, malah aman, tinggal lapor untuk dinonaktifkan saja. Yang menherankan sampai lima pengantri melakukan transaksi, mereka semua berhasil dengan baik.
Aku coba lagi menghubungi call center, yang kemudian meminta untuk mengecek ke kantor tempat kartu diterbitkan. Ketika sampai di BRI Pandanaran ternyata kantor sudah tutup karena waktu memang sudah menunjukkan pukul 15.45, tapi oleh pak satpam diijinkan masuk lewat pintu belakang untuk melaporkan ATM yang tertelan.
OOOOOOoooo ternyata para pensiunan sudah tidak bisa menggunakan ATM. Tepatnya semua ATM dari rekening pensiun sudah diblokir tidak bisa digunakan lagi. Maafkan aku ibuuu... Pada kesempatan lain terpaksa ibu harus ke kantor untuk menarik uang.
Label:
ATM tertelan,
BRI,
uang
| Reaksi: |
Selasa, 07 Juli 2009
Gundah
AA seperti tau aja
Dua minggu terakhir aku memang ada problem dengan ibuku. Itu semua karena karena kesibukanku sehingga seolah tidak memperhatikannya. Walaupun dia sangat mengerti waktuku tapi pada kondisi dua minggu terakhir ini dia menunjukkan ingin mendapat perhatian lebih dari biasanya. Maafkan aku ibu.....
Sebagai manusia aku punya segudang keinginan. Ada keinginan yang langsung bisa direalisasikan, yaitu keinginan yang tidak mengusik kenyamanan orang-orang terdekatku, khususnya dirumahku. Itu dapat kulakukan tanpa persetujuan siapapun. Seperti jalan-jalan ke suatu tempat pada waktu yang tepat, memanjakan diri ke salon untuk creambath atau facial atau sekedar terapi pijat.
Ada hal-hal yang harus kukompromikan dengan anak-anak, suami dan juga ibuku. Inilah yang kadang membuat miskomunikasi. Khususnya dengan ibuku kadang-kadang aku mersa dilema. Bila kukerjakan tanpa sepengatahuannya - aku merasa berdosa - tapi jika harus kulakukan dengan ijinnya, aku harus bertenggang rasa bahkan bisa berselisih paham karena berbeda pendapat.
Masalahnya aku sangat menghindari mengekspresikan beda pendapat secara terbuka dengan ibu. Aku kuatir presepsinya berbeda karena dia tinggal dirumahku. Walaupun aku berharap rumahku adalah rumahnya juga, tapi tetap saja tidak bisa itu dirasakan oleh ibu. Aku kuatir jika aku menampilkan beda pendapat dengannya maka akan berakhir dia tidak akan kerasan tinggal dirumahku. Aku tak mau itu terjadi.
Satu-satunya tempat dimana dia masih bisa krasan tinggal adalah dirumahku. Tempat yang lain yang diinginkan adalah panti wreda ... nah inilah yang kutakutkan jika terjadi dia tidak lagi nyaman dirumahku, dia minta diantar aja ke panti. Lalu aku sebagai anak apa artinya .... masalahnya ibuku sangat tipis telinganya ....
Semoga aku masih menjadi tempat berbagi bagi ibuku, aku sayang padanya oleh karena aku kini resah .... dan AA Gym seolah tahu dan mengirimiku artikel tentang ibu ini
disini
Semoga aku bisa berlaku seperti kata AA Gym itu. Aku coba Insya Allah.
Dua minggu terakhir aku memang ada problem dengan ibuku. Itu semua karena karena kesibukanku sehingga seolah tidak memperhatikannya. Walaupun dia sangat mengerti waktuku tapi pada kondisi dua minggu terakhir ini dia menunjukkan ingin mendapat perhatian lebih dari biasanya. Maafkan aku ibu.....
Sebagai manusia aku punya segudang keinginan. Ada keinginan yang langsung bisa direalisasikan, yaitu keinginan yang tidak mengusik kenyamanan orang-orang terdekatku, khususnya dirumahku. Itu dapat kulakukan tanpa persetujuan siapapun. Seperti jalan-jalan ke suatu tempat pada waktu yang tepat, memanjakan diri ke salon untuk creambath atau facial atau sekedar terapi pijat.
Ada hal-hal yang harus kukompromikan dengan anak-anak, suami dan juga ibuku. Inilah yang kadang membuat miskomunikasi. Khususnya dengan ibuku kadang-kadang aku mersa dilema. Bila kukerjakan tanpa sepengatahuannya - aku merasa berdosa - tapi jika harus kulakukan dengan ijinnya, aku harus bertenggang rasa bahkan bisa berselisih paham karena berbeda pendapat.
Masalahnya aku sangat menghindari mengekspresikan beda pendapat secara terbuka dengan ibu. Aku kuatir presepsinya berbeda karena dia tinggal dirumahku. Walaupun aku berharap rumahku adalah rumahnya juga, tapi tetap saja tidak bisa itu dirasakan oleh ibu. Aku kuatir jika aku menampilkan beda pendapat dengannya maka akan berakhir dia tidak akan kerasan tinggal dirumahku. Aku tak mau itu terjadi.
Satu-satunya tempat dimana dia masih bisa krasan tinggal adalah dirumahku. Tempat yang lain yang diinginkan adalah panti wreda ... nah inilah yang kutakutkan jika terjadi dia tidak lagi nyaman dirumahku, dia minta diantar aja ke panti. Lalu aku sebagai anak apa artinya .... masalahnya ibuku sangat tipis telinganya ....
Semoga aku masih menjadi tempat berbagi bagi ibuku, aku sayang padanya oleh karena aku kini resah .... dan AA Gym seolah tahu dan mengirimiku artikel tentang ibu ini
disini
Semoga aku bisa berlaku seperti kata AA Gym itu. Aku coba Insya Allah.
Minggu, 05 Juli 2009
Gudang
Gudangku sekarang
Seminggu sudah kumulai proyek renovasi rumahku. Sudah lamaaa ingin sekali mengganti atap bagian dapur yang sudah rapuh dimakan rayap. Juga memindahkan gudang sekaligus membuang isinya yang sudah hampir tujuh tahun menjadi tumpukan barang tak terpakai.
Aku juga heran kenapa kog sayang sekali pada barang-barang lama yang sudah tak terpakai yang masih numpuk juga disitu. Kenapa tak diberi ke orang lain yang mungkin bisa memanfaatkannya. Ahhhh selalu berakhir pada keputusan ...masa memberi orang barang-barang bekas?
Ternyata yang namanya barang bekas ada di mana-mana. Gudang satu sudah dibongkar, ful buku-buku lama. Tas, koper-koper tua, barang-barang elektronik yang out of date, baju bekas, meubel knock-down waaah ternyata banyak sekali. Kenapa bisa numpuk begitu???
Kemana saja aku selama tujuh tahun ini???? meja dan dipan-dipan knock-down sudah wassalam ga layak dipake lagi karena kaki-kainya sudah disikat rayap keropos-pos-pos. Aku masih merasa sayang terhadap barang-barang rongsokan itu, duh tempat sudah jadi makin sempit dan kumuh.
Keputusanku adalah aku harus merelakan untuk dipindahkan entah kemana barang-barang itu, syukur-syukur masih bisa berguna bagi pemilik yang baru. Ya kuundang tukang untuk membersihkan dan aku .....? Aku pergi seharian tak mau lihat proses evakuasi takut jika kulihat akan ada barang yang kupertahankan lagi. Hanya satu perintah 'dibersihkan semuaaaa'.
Itu sudah dilakukan minggu yang lalu, dan aku tak ingat barang-barang apa yang sudah berpindah tempat, gudangku sudah terisi dengan barang-barang lain yang juga bisa disebut barang=barang bekas. Ya ...isi ruang tamu, kamar, dapur sebagian sudah jadi penghuni baru gudangku.
Maafkan belum tega memindahkan ketempat yang lebih jauh....
Seminggu sudah kumulai proyek renovasi rumahku. Sudah lamaaa ingin sekali mengganti atap bagian dapur yang sudah rapuh dimakan rayap. Juga memindahkan gudang sekaligus membuang isinya yang sudah hampir tujuh tahun menjadi tumpukan barang tak terpakai.
Aku juga heran kenapa kog sayang sekali pada barang-barang lama yang sudah tak terpakai yang masih numpuk juga disitu. Kenapa tak diberi ke orang lain yang mungkin bisa memanfaatkannya. Ahhhh selalu berakhir pada keputusan ...masa memberi orang barang-barang bekas?
Ternyata yang namanya barang bekas ada di mana-mana. Gudang satu sudah dibongkar, ful buku-buku lama. Tas, koper-koper tua, barang-barang elektronik yang out of date, baju bekas, meubel knock-down waaah ternyata banyak sekali. Kenapa bisa numpuk begitu???
Kemana saja aku selama tujuh tahun ini???? meja dan dipan-dipan knock-down sudah wassalam ga layak dipake lagi karena kaki-kainya sudah disikat rayap keropos-pos-pos. Aku masih merasa sayang terhadap barang-barang rongsokan itu, duh tempat sudah jadi makin sempit dan kumuh.
Keputusanku adalah aku harus merelakan untuk dipindahkan entah kemana barang-barang itu, syukur-syukur masih bisa berguna bagi pemilik yang baru. Ya kuundang tukang untuk membersihkan dan aku .....? Aku pergi seharian tak mau lihat proses evakuasi takut jika kulihat akan ada barang yang kupertahankan lagi. Hanya satu perintah 'dibersihkan semuaaaa'.
Itu sudah dilakukan minggu yang lalu, dan aku tak ingat barang-barang apa yang sudah berpindah tempat, gudangku sudah terisi dengan barang-barang lain yang juga bisa disebut barang=barang bekas. Ya ...isi ruang tamu, kamar, dapur sebagian sudah jadi penghuni baru gudangku.
Maafkan belum tega memindahkan ketempat yang lebih jauh....
Label:
barang bekas,
gudang
| Reaksi: |
Langgan:
Entri (Atom)